Blogger Themes

wordpress plugin

17/01/10

1000 Perawat telah dilatih BTLS for Nurse oleh Pro Emergency

Menurut data Depertemen pelatihan (Training departement) Pro Emergency tercatat sampai dengan akhir 2009 telah 1000 orang perawat yang mengikuti dan mendapatkan sertifikat pelatihan Basic Trauma Life Support For Nurse (BTLS for Nurse) dari Pro Emergency. Perawat tersebut berasal dari berbagai daerah di indonesia mulai dari Nagroe Aceh Darussalam, Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Banten, Jakarta, Bogor, Bandung, Majalengka, Cirebon, Tasikmalaya, Banjarmasin, Sampai dengan Jayapura.

Pelatihan BCLS dan BTLS memang sudah menjadi pelatihan wajib dan menjadi tuntutan bagi perawat, terutama yang akan bergelut dibidang penanganan penderita gawat darurat. Pelatihan ini juga merupakan pelatihan yang sinergi dengan pelatihan yang harus di ikuti oleh dokter yaitu ATLS dan ACLS.

Pelatihan BTLS, BCLS, ATLS dan ACLS terus di galakan sehubungan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi terutama pada kegawatan Trauma dan Kardiovaskuler. Untuk trauma angka kematian yang tinggi terjadi karena Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi bencana alam, terorisme dan kecelakaan yang tinggi. Sedangkan pelatihan BCLS merupakan respons dari bergesernya pola penyakit kearah penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, hipertensi dan stroke.

Semua perawat seharusnya mengikuti pelatihan BTLS dan BCLS, hal ini karena perawat merupakan petugas yang berdiri di garda depan pelayanan dan senantiasa berada di samping pasien selama 24 jam. Setiap pasien berpotensi mengalami kegawatan, apabila perawat tidak dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan penanganan kegawatan maka keselamatan jiwa pasien tidak akan dapat dipertahankan secara optimal.

Dengan semakin tingginya standar tuntutan pasar maka mau tidak mau perawat harus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan khusus, termasuk sertifikasi kompetensi untuk merebut dan merespons pasar kerja. Pengetahuan yang didapatkan di bangku pendidikan formal tentu tidak cukup untuk membekali perawat (terutama lulusan baru) untuk bersaing di pasara kerja. Hasil survey sederhana menunjukan bahwa perawat yang memiliki sertifikat BTLS dan BCLS lebih laku di pasar kerja baik dalam maupun luar negeri. Salah satu contohnya adalah Departemen Kesehatan mensyaratkan Tenaga Kerja Haji Indonesia (TKHI) harus memiliki sertifikat BCLS.
www.proemergency.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More