Blogger Themes

wordpress plugin

06/02/09

JAW THRUST : Penanganan Airway Pada Penderita Trauma

Penanganan sumbatan airway karena pangkal lidah pada penderita dengan kemungkinan patah tulang leher dapat dilakukan secara manual dengan tindakan chin lift dan jaw thrust.

Tindakan jaw thrust (mendorong rahang) dilakukan dengan cara memegang sudut rahang bawah (angulus mandibulae) dan mendorong rahang bawah kedepan. keuntungan melakukan tindakan ini adalah dapat sekaligus melakukan fiksasi kepala agar selalu pada posisi segaris (in line), selain itu bila cara ini dilakukan sambil baging atau memegang bag-valve dapat dicapai kerapatan yang baik dan ventilasi yang adekuat.






CHIN LIFT : Penanganan Airway pada penderita trauma

Membebaskan jalan napas pada penderita trauma yang dicurigai mengalami patah tulang leher harus selalu menjaga posisi tubuh penderita agar selalu segaris (in line). Pada tindakan membuka jalan napas secara manual, tindakan meng-ekstensikan kepala harus dihindari. Tindakan yang dapat dilakukan adalan dengan melakukan chin lift atau jaw trust.

Tindakan chin lift dilakukan dengan cara jari jemari salah satu tangan diletakan dibawah rahang, kemudian secara hati-hati diangkat keatas arah depan. Ibu jari tangan yang sama, dengan ringan menekan bibir bawah untuk membuka mulut. Ibu jari dapat juga diletakan dibelakang gigi seri bawah dan secara bersamaan mengangkat dagu dengan hati-hati.

Manuver chin lift tidak boleh menyebabkan hiperekstensi leher, terutama pada penderita trauma dengan kemungkinan mengalami patah tulang leher yang ditandai dengan :
  1. Adanya jejas atau perlukaan diatas klavikula
  2. Adanya trauma kepala disertai penurunan kesadaran
  3. Multiple trauma
  4. Biomekanik mendukung




TEKNIK-TEKNIK MEMPERTAHANKAN AIRWAY




Bila penderita mengalami penurunan kesadaran maka pangkal lidah kemungkinan akan jatuh kebelakang dan menyumbat hipofaring. Sumbatan seperti ini dapat segera diatasi dengan melakukan hiperekstensi (ditengadahkan), tetapi tindakan ini tidak diperbolehkan pada penderita trauma yang dicurigai mengelami fraktur servikal (patah tulang leher). pada penderita trauma dengan kecurigaan patah tulang leher maka dapat diatasi dengan melakukan pengangkatan dagu (Chin lift maneuver) atau dengan mendorong rahang bawah kearah depan (jaw thrust maneuver). Airway (jalan napas selanjutnya dapat dipertahankan dengan oropharyngeal airway (atau di rumah sakit terkenan dengan gudel) atau dengan menggunakan nasopharyngeal airway.

Tindakan-tindakan yang digunakan untuk membuka airway dapat menyebabkan atau memperburuk cedera servikal dan spinal. oleh karena itu selama melakukan tindakan harus selalu menjaga kestabilan leher pada posisi segaris (In line immobilization) dengan fikasasi kepala atau menggunakan Neck Collar (Bidai Leher).

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More