Blogger Themes

wordpress plugin

19/11/08

ULTIMATE CORONER CARE UNIT : Masyarakat Sebagai Unit Coroner Utama

Pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat merupakan aspek penting sebagai salah satu usaha untuk menurunkan angka kematian sebagai akibat dari penyakit jantung koroner (PJK). Sebagian besar angka kejadian mati mendadak terjadi diluar rumah sakit maka masyarakat harus mampu berperan sebagai unit koroner utama. Masyarakat diharapkan mampu mengenali kasus-kasus kegawatdaruratan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), sehingga mampu bertindak cepat dalam menolong penderita.

Program pelatihan RJP (Resusitasi Jantung Paru) atau CPR (Cardio Pulmonary Resucitation) merupakan program yang dapat diajarkan kepada masyarakat. Program pelatihan di masyarakat sebaiknya mencakup pencegahan primer, mencegah faktor resiko PJK, dan mengetahui atau mengenali tanda-tanda orang yang terkena serangan jantung. Sangat jelas bahwa PJK, Stroke dan berbagai penyakit pengerasan pembuluh darah lainnya terkait dengan pola nutrisi, merokok, stress yang merupakan pola hidup tidak sehat.

Pelatihan RJP pada penolong awam mungkin dapat menyelamatkan orang yang mengalami henti jantung. Pelatihan RJP akan melibatkan beberpa kelompok yaitu :
  1. Penolong Utama (Emergency First Responder) seperti polisi, pemadam kebakaran, Satpol PP, Satpam dan lain-lain. Sebaiknya meeka dilatih untuk mampu menolong orang dewasa maupun anak dan penggunanaan Automatic External Defibrilation (AED)
  2. Pelatihan juga dapat diberikan sebagai program disekolah, tempat kerja dan orang-orang yang memiliki resiko tinggi terkena serangan jantung.

CARDIAC EMERGENCY : Angka Kegawatan Jantung

Penyakit jantung dan pembuluh darah saat ini masih menduduki peringkat teratas sebagai penyebab kematian baik di Indonesia maupun dinegara-negara maju. Berdasarkan survey kesehatan rumah tangga (SKRT) Departemen Kesehatan RI tahun 2001, penyakit jantung dan pembuluh darah menempati urutan tertinggi sebagai penyebab kematian di Indonesia (26,4%) angka ini meningkat tajam dari tahun 1992 (9.9%) dan tahun 1995 (19%).

Di Amerika Serikat penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab utama kematian baik pada pria maupun wanita. Diperkirakan 2 juta penduduk USA didiagnosa Acute Corronary Syndrome (ACS). lebih dari 1/2 juta lainnya akan berkembang menjadi Infark Imocard Acute (IMA).

Manajemen IMA sekarang ini sangat berbeda dengan 2 dekade yang lalu. Adanya obat fibrinolitik (penghancur Bekuan) dan intervensi koroner perkutan (Percutaneus Coronary Intervention) akan membuka sumbatan pembuluh darah koroner (sebagai penyebab Ishemik Miocard) menyelamatkan hidup dan memperbaiki kualitas hidup penderita. Obat fibrinolotik, intervensi koroner perkutan tersebut tentu saja diberikan dalam beberapa jam pertama setelah onset timbulnya nyeri dada agar tercapai hasil yang optimal.

Kematian mendadak merupakan komplikasi yang paling banyak pada Penyakit Jantung Koroner (PJK). Setiap tahun di USA diperkirakan 250 ribu orang mati disebabkan oleh PJK. Irama yang paling sering terdokumentasi pada mati mendadak yang terlihat oleh saksi mata (witnessed sudden cardiac arrest) adalah Ventrikel Vibrilasi (VF) dan therapi yang paling efektif untuk VF adalah dengan menggunakan Defibrilator baik manual maupun otomatis (Automatic External Defibrilation-AED).

Defibrilasi sekalipun demikian juga merupakan tindakan yang memiliki keterbatasan. Kemungkinan keberhasilan defibrilator akan menurun sebanyak 7-10% setiap menit keterlambatan pemberiannya, dan VF cenderung menjadi asistole dalam beberapa menit jika tidak diberikan therapi.

Kebutuhan akan intervensi kardiovaskuler saat ini tidak terbatas pada penderita dewasa saja. Banyak penderita trauma, tenggelam, tersengat listrik, obstruksi jalan napas, keracunan dapat terselamtkan dengan akses yang cepat dan kontak cepat ke layanan gawat darurat (Emergency Medical System) dan AED.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More