Blogger Themes

wordpress plugin

01/12/08

RSUD. WALED Cirebon : BTLS For Nurse

Pada tanggal 25-27 November 2008 lalu telah dilaksanakan pelatihan BTLS For Nurse untuk pegawai RSUD. Waled di PUSDIKLAT PT. ASKES Cisarua, Bogor.

Jumlah perserta pelatihan tersebut sebanyak 15 orang yang terdiri dari perawat UGD, ICU, ICCU dan ruang perawatan. Mereka dikirim untuk mengikuti pelatihan tersebut dalam rangka pembangunan kualitas sumber daya manusia RSUD Waled seiring dengan proses kenaikan kelas rumag sakit dari tipe C menjadi tipe B.

Pelatihan BTLS For Nurse merupakan pilihan yang tepat bagi RSUD Waled. Hal ini karena RSUD Waled secara geografis berada di wilayah Pantura yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Dengan mengikuti pelatihan BTLS For Nurse maka RSUD Waled telah memiliki petugas yang kompeten dalam menanggulangi penderita gawat darurat karena trauma (kecelakaan). Hal ini tentu akan lebih apabila dokter-dokter umum RSUD Waled juga mengikuti kursus ATLS agar terjadi satu bahasa dalam penanganan penderita trauma antara perawat dan dokter.


Secara umum pelatihan BTLS For Nurse berisi tentang penanggulangan penderita gawat darurat trauma (PPGD Trauma) dengan mengedepankan prioritas ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure) yang tergabung dalam Initial Assessment And Management.

Dalam BTLS For Nurse juga berupaya merubah kebiasaan-kebiasaan salah di UGD dalam menanggulangi penderita gawat darurat. Selama ini kebanyakan perawat UGD ketika menerima penderita darurat mendahulukan anamnesa dan mengecek tanda-tanda vital (tensi, nadi). Padahal ada hal-hal yang mengancam nyawa penderita yang harus terlebih dahulu di tangani secara cepat dan tepat. Karena penanganan tanpa prioritas ini menurunkan tingkat keberhasilan pertolongan.


Selain penanganan di UGD peserta juga dilatih untuk bisa menangani penderita gawat darurat trauma di lokasi kejadian (TKP). tingkat kesulitan di TKP tentu berbeda dengan penanganan di UGD. Penanganan korban di TKP harus memperhatikan bahaya - bahaya yang mengancam petugas, lingkungan dan korban. Bahaya yang mungkin mengancam adalah tabrakan susulan, ledakan kendaraan karena tangki BBM bocor, dan Bahaya akibat konflik emosi masa.

Penanganan korban di TKP juga memerlukan keterampilan untuk melakukan triage apabila korban banyak sedangkan petugas tidak memadai. Misalnya tabrakan beruntun bis dengan korban puluhan sedangkan petugas hanya 2 orang maka memerlukan triage sebagaimana terjadi bencana, dan perlu meminta bantuan petugas, alat dan ambulans tambahan.


Berbeda dengan penanganan di UGD penanganan korban di TKP juga perlu keahlian dalam melakukan ekstrikasi, Stabilisasi dan Transportasi korban. Penderita dengan cedera berat yang masih berada didalam mobil yang mengalami tabrakan apabila dikeluarkan secara sembarangan justeru akan mengakibatkan cedera sekunder / cedera tambahan akibat dari kesalahan penolong. Sebagai contoh apabila mengeluarkan penderita multiple trauma dengan kemungkinan cedera tulang belakang maka proses pengeluarannya harus menggunakan Kendrick Extrication Device (KED) dan Long Spine Board (LSB) agar cedera sekunder (Seperti kelumpuhan) akibat kesalahan petugas dapat dicegah semaksimal mungkin.

Pendek kata BTLS For Nurse adalah pelatihan untuk mengembangkan keterampilan perawat dalam penanganan penderita gawa darurat trauma di rumah sakit mapun di lokasi kejadian (pra rumah sakit). Hal ini karena pertolongan yang tepat di TKP akan sangat berpengaruh pada keberhasilan pertolongan di Rumah Sakit dan sebaliknya.

BRAVO RSUD Waled Cirebon !!!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More