Blogger Themes

wordpress plugin

13/07/10

PPNI Kabupaten Asahan menyelenggarakan BTLS For Nurse

Tanggal 4 Juli lalu, Tim BTLS for Nurse sampai di Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara. Kami di undang oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Asahan yang di komandoi oleh Bapak Epi Irwansyah Pane.
Kabupaten Asahan beribukota di Kisaran, letaknya sebelah utara Medan. Perjalanan dari Medan ke Kisaran kurang lebih 4 jam dengan menggunakan kendaraan charter. PPNI Kabupaten Asahan mengundang  Tim Pro Emergency untuk menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma Life Support For Nurse (BTLS For Nurse) untuk perawat di kabupaten Asahan dan sekitarnya.
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 5-7 Juli 2010 yang diikuti oleh 31 perawat dan dosen yang berasal dari RSUD Kisaran, RSUD Tanjung Balai, RS Ibu Kartini, Puskesmas, Dinas Kesehatan Kab. Asahan, Dinas Kesehatan Kab. Batubara, AKPER Yagma, AKPER PEMKO Tanjung Balai, Dinas Kesehatan Kab. Simalungun dan lain-lain.
Pelatihan itu sendiri dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Asahan dan Ketua PPNI Kab. Asahan dengan seremonial sederhana. Pada kesempatan itu Kepala Dinas dan Ketua PPNI berkomitmen untuk selalu berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan (kompetensi) perawat di Kab. Asahan dan sekitarnya.
Meski mayoritas peserta adalah perawat senior ternyata peserta sangat antusias dalam mengikuti materi teori dan praktek. Apalagi pada saat melakukan simulasi dilapangan.
Pelatihan BTLS For Nurse ditujukan kepada perawat agar mampu menangani penderita gawat darurat trauma baik di Unit Gawat darurat, Puskesmas, Klinik maupun dilokasi kejadian (TKP). Jadi dengan kata lain BTLS for nurse dapat di aplikasikan baik dirumah sakit maupun pra rumah sakit.
Pelatihan BTLS for Nurse terdiri dari materi diantaranya sebagai berikut : Integrated Medical Emergency Response System, Airway – breathing management, Circulation And Shock, Cardio Pulmonary Rescutitation, Initial Assessment and Management, Extrication-Stabilization-Lifting-moving-Tranportation, Mechanism of injury, head trauma, thorax trauma, Abdomen Trauma, Musculo Sceletal Trauma, thermal Trauma, Disaster, dan Triage.
Pelatihan terdiri dari 40% teori dan 60% praktek dimana setelah mengikuti kuliah teori peserta harus mengikuti Skill Station, yang terdiri dari 4 Station yaitu Airway-Breathing Management, Initial Assessment, CPR on Scene and Emergency Room, Extrication-Stabilization-Lifting-Moving.
Pelatihan yang pertama kali dilaksanakan di Asahan dinilai sukses dan memuaskan. Hal ini selain bisa dilihat dari hasil Qustionare yang di isi oleh peserta pelatihan yang semuanya menyatakan puas dan merasa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang bersangkutan.
Sehubungan dengan suksesnya penyelanggaraan pelatihan tersebut, rencananya PPNI Kab. Asahan akan menyelenggarakan pelatihan ini secara periodik dan melibatkan komunitas perawat yang lebih luas lagi, baik dari Kab. Asahan maupun dari Kabupaten sekitarnya.
Bagi yang berminat untuk mengikuti pelatihan ini dapat menghubungi sekretariat PPNI Kab. Asahan sebagai panitia lokal yang mengorganisir pelaksanaan pelatihan ini.

25/05/10

BCLS-BTLS Group On Facebook

BCLS-BTLS Group On Facebook telah online sejak September 2009. sampai dengan 25 Mei 2010 tercatat telah 1596 orang perawat yang bergabung dalam group ini. Hal ini merupakan cerminan bahwa pelatihan ini termasuk salah satu pelatihan yang paling diminati oleh para perawat Indonesia.

Group ini merupakan media komunikasi Alumnus maupun calon peserta pelatihan Basic Cardiac Life Support - Basic Trauma Life Support For Nurse (BCLS-BTLS For Nurse). Pelatihan BCLS-BTLS merupakan pelatihan bagi perawat agar memiliki kemampuan yang memadai dalam melakukan penanganan kegawatdaruratan trauma dan jantung yang mengadopsi standar internasional.

Artinya apa yang dipelajari dan dipraktekan selama masa kursus merupakan hal yang sama dengan kursus yang diikuti diluar negeri yang menyelenggarakan pelatihan yang sama.

Pro Emergency sendiri sampai dengan Mei 2010 tercatat telah melatih sekitar 2500 orang perawat diseluruh Indonesia. Diantaranya ada beberapa orang Bidan yang tertarik mengikuti pelatihan ini. Bahkan ada juga dokter umum dan dokter gigi yang tercatat sebagai alumnus.

Dengan adanya forum ini maka diharapkan semua alumnus bisa bertukar pikiran dan pengalaman yang berhubungan dengan penanganan gawat darurat trauma dan jantung.

By. Jajat's

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More